PERALATAN PEMERIKSAAN SISTEM SUSPENSI SEPEDA MOTOR
Setelah mempelajari modul ini peserta diharapkan mampu Memeriksa Sistem Suspensi.
Adapun tujuan mempelajari unit kompetensi melalui buku informasi Memeriksa Sistem Suspensi ini guna memfasilitasi peserta sehingga pada akhir diklat diharapkan memiliki kemampuan dalam Memeriksa sistem/komponen suspensi dan menentukan kondisinya. | |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
b. Kunci Pas – Ring (Combinatin Spanner) Dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendorkan baut/mur terutama pada bagian-bagian yang tidak terjangkau oleh kunci socket. Kunci pas ring cukup praktis, karena bagian ring, dapat untuk mengencangkan/mengendorkan sedangkan bagian pasnya bisa untuk melepas dengan cepat. Hati-hati mengencangkan baut/mur ukuran kecil, karena dapat menyebabkan baut patah.
Gambar 2.2 Kunci Pas Ring
c. Kunci Ring (Offset Ring Spanner) Sudut offset yang lazim adalah 450, namun tidak selalu demikian. Sudut ini memungkinkan spanner dapat terpasang tepat pada mur/baut, dengan posisi yang sulit. Dan jika menggunakan spanner yang jenisnya lebih pipih akan terjadi kurangnya ruang antara yang cukup. Ujung persegi menutupi sudut mur/baut sepenuhnya, kemungkinan wrench untuk tergelincir sangat kecil. Ketika membuka bolt pada ruang terbatas, wrench dapat diangkat dan dimasukkan kembali. Jangan menggunakan extension pada wrench untuk meningkatkan torque. Wrench tidak didesain untuk diberi extension karena tidak akan tahan dan dapat slip atau mengalami kerusakan yang dapat berakibat cidera . harus ditarik, hindari mendorong atau menekan. Jika harus ditekan, tekan dengan tangan terbuka. | |
Judul Modul: Memeriksa Sistem Suspensi Buku Informasi - Versi 2018 | Halaman: 5 dari 36 |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
Gambar 2.3 Kunci Ring Spanner
d. Kunci Roda (Wheel Brace) Alat ini digunakan untuk melepaskan dan memasang kembali pelek(lug) atau mur (nut) pada roda. Alat ini biasanya mempunyai 3 atau 4 ujung socket dengan ukuran yang berbeda-beda. Hal ini membuat sebuah wheel brace cocok untuk berbagai penggunaan pada kendaraan. Gambar 2.4 Kunci roda (Wheel Brace)
e. Kunci Allen (AllensKeys) Kunci allen, disebut juga kunci inbusdibuat dari baja heksagonal high tensile, seringkali dibengkokkan dengan sudut yang tepat dan berbentuk huruf ”L” dan ada yang berbentuk huruf ”T”. Ada juga kunci allen yang dioperasikan seperti kunci sock . Allen key digunalan untuk melepaskan dan mengganti mur/sekrup dengan tengah kepala berbentuk segi enam (Allen headed cap).
Gambar 2.5 Allen (AllensKeys) | |
Judul Modul: Memeriksa Sistem Suspensi Buku Informasi - Versi 2018 | Halaman: 6 dari 36 |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
f. Kunci Sock Bintang (Star Socket) Sekilas kunci ini mirip kunci sock segi enam ganda, namun berbeda jenis kepala baut yang dapat dibuka dengan kunci ini. Penggunaanya dan kelengkapan lainnya sama dengan kunci sock biasa.
Gambar 2.6 Kunci Sock Bintang (Star Socket)
g. Adjustable / Shifing Spanner Alat ini hanya digunakan bila spanner atau socket yang tepat untuk pekerjaan tersebut tidak tersedia. Wrench ini memiliki head dengan salah satu jaw tetap dan jaw yang lainnya bisa disetel. Head memiliki sudut 22.50 terhadap shank atau handle. Adjustment screw yang di-knurling berguna untuk menggerakkan adjustable jaw dan berada ditengah-tengah head. Adjustable wrench secara umum dipergunakan pada bolt atau nut ukuran tertentu (special) atau hanya ketika open end, box end atau combination wrench tidak tersedia. Meskipun adjustable wrench dapat dipergunakan pada macam-macam ukuran, namun tidak dapat mencengkeramnut atau bolt seaman standard wrenchdan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk slip dan merusak fastener. Wrench ini tidak dirancang untuk pekerjaan service yang berat dan tidak boleh digunakan di tempat yang memerlukan tenaga yang kuat. Selalu kencangkan jaw dengan aman pada fastener sebelum menggunakan wrench. Pastikan adjustable jaw menghadap ke si pemakai tool ketika menarik wrench. Hal ini akan menempatkan tenaga yang lebih besar pada stationary jaw dan membantu mempertahankan cengkeraman yang kuat pada fastener. | |
Judul Modul: Memeriksa Sistem Suspensi Buku Informasi - Versi 2018 | Halaman: 7 dari 36 |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
HINDARI MENDORONG adjustable wrench, memukulnya dengan hammer, atau menggunakan extension.
Gambar 2.7 Kunci inggris (adjustable spanner)
h. Obeng (Screwdriver) Fungsi obeng adalah untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Yakni untuk membuka atau mengencangkan sekrup. Secara umum orang mengenal hanya ada dua jenis obeng yaitu obeng plus (Philips screwdriver) dan obeng minus (Slotte Screwdriver).Namun faktanya, jenisobeng bukan hanya bentuk plus atau minus karena masih banyak obeng yangdirancang untuk beragam kebutuhan.
Gambar 2. 8 Obeng Plus dan Obeng Minus | |
Judul Modul: Memeriksa Sistem Suspensi Buku Informasi - Versi 2018 | Halaman: 8 dari 36 |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
Gambar 2.9 Macam-Macam Kepala Obeng
i. Satuan obeng Umumnya banyak yang tidak mengetahui satuan ukuran obeng sehingga dapatdikatakan obeng hanya terbagi tiga ukuran: obeng kecil, sedang dan besar. Namuntak berbeda dengan peralatan kunci, obeng pun memiliki satuan ukuran. Obeng plus, memiliki ukuran berdasarkan ketumpulan mata. Sebagai contoh, 1 x 75 berarti mata plus lancip dengan panjang gagang 75 mm. Sedangkan 2x100 berarti mata obeng lebih tumpul dari contoh pertama dengan panjang gagang 100 mm. Sedangkan untuk obeng minus, satuan ukurannya lebih mudah. Misalnya ukuran 5 x 75 yang berarti lebar ujung obeng 5 mm dengan panjang obeng 75 mm.Penggunaan obeng harus memperhatikan kepresisian mata obeng dengan sekrup, agar kepala sekrup tidak mudah rusak. Panjang pendeknya obeng juga perlu disesuaikan dengan ruang yang tersedia. Obeng dengan gagang pendek sering digunakan untuk menyetel karburator atau bagian dengan ruang kerja terbatas. j. Starting Punch. Alat ini adalah sebuah punch yang dilancipkan/diruncingkan sehingga membuatnya menjadi lebih kuat dibandingka pin punch. Kegunaannya adalah sebagai pembuka awal sebuah dowel atau retaining pin sebelum menggunakan pin punch. | |
Judul Modul: Memeriksa Sistem Suspensi Buku Informasi - Versi 2018 | Halaman: 9 dari 36 |
Modul Diklat Berbasis Kompetensi Sub-sektor Teknik Sepeda Motor | Kode Modul OTO.SM02.019.01 |
Gambar 2.10 Starting Punch
k. Pin Punch. Alat ini mempunyai diameter yang sama dari ujung hingga kerangka/bodinya. Alat ini digunakan untuk melepaskan pin yang menahan komponen pada sebuah shaft dari tempatnya, yang sebelumnya telah diawali dengan starting punch.
Gambar 2.11 Pin Punch
| |
"Saya Rizqi Arifin, Saya sudah membaca dan memahami materi di atas"
BalasHapusSaya Divin Vebrianto ,saya sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapussaya kiki najwan ,saya sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapussaya naufal adli, sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapusSaya Muhammad Faizal, saya sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapusSaya marfel aliyudin, sudah membaca dan memahami materi diatas
BalasHapussana M.Risna Romadhon sudah membaca tapi belom paham² banget
BalasHapussaya Ridho Qhoirul M sudah membaca dan sedikit memahami materi diatas
BalasHapusSaya arif ulil masykur Sudah membaca dan
BalasHapusSedikit memahami materi di atas
Saya Ali Hasan Bisri sudah membaca dan lumayan memahami materi di atas.
BalasHapussaya Cahaya Riyan sendiri sudah membaca dan memahami
BalasHapussaya m nauval ma'ruf, sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapussayaa muhammad jagad sabuana sudah membaca dan memahami materi di atas
BalasHapusSaya anang hermawan Sudah membaca dan
BalasHapusSedikit memahami materi di atas
Saya sudah membaca teks teks di atas dan sedikit memahami
BalasHapus